Posts

Pesan Imam Syafi’I

Image
دَعِ الْأَيَّامَ تَفْعَلُ مَا تَشَاءُ # وَطِبْ نَفْسًا إِذَا حكم الْقَضَاءُ Biarkan hari-hari berlalu memperlakukanmu. Dan tetap bersikap positiflah ( husnudhan ) ketika ketentuan Allah (takdir) menimpamu. وَلَا تجزع لِنَازِلَةِ اللَّيَالِي # فَمَا لِحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ Janganlah terlalu bersedih dengan apa yang telah berlaku, alasannya ialah cobaan di dunia ini tidak akan pernah abadi. Sumber : KH. Hilmi Muhammad Baca Juga : Ketika Imam Syafi’i Tidak Qunut Subuh Kisah Ayah Imam Syafi’i Mencari Rezeki Kisah Hasan al-Bashri Menghormati Tetangga Yang Kristen

Hikmah Mendengar Al-Qur’An Bagi Kesehatan

Image
Setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam membaca Al-Qur’an. Ada orang yang lancar dalam membaca Al-Qur’an, ada yang kurang lancar membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa membaca Al-Qur’an. Ternyata, Al-Qur’an tidak hanya memiliki imbas besar dalam hal membacanya saja. Al-Qur’an juga sangat kuat bagi pendengarnya. Maka tidak mengherankan bila ada orang yang hanya bisa mendengarkan Al-Qur’an tanpa bisa membacanya tetap mendapat pahala dan manfaat darinya.  Allah swt. telah menjelaskan dalam beberapa firman-Nya, bahwa orang yang mau mendengarkan Al-Qur’an (walaupun tidak bisa membacanya) akan mendapat kasih sayang (rahmat) dari Allah swt. Dan Allah swt. akan memperlihatkan ketenangan dalam batinnya serta pahala mendengarkan Al-Qur’an. وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ “ Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan hening supaya kau mendapat rahmat. ” ...

Kekhawatiran Rasulullah Di Selesai Zaman

Image
إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ بَعْدِيْ مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا “ Sesungguhnnya di antara yang saya khawatirkan atas kau sekalian sepeninggalku nanti yaitu terbukanya lebar-lebar kemewahan dan keindahan dunia. ” (HR. Muslim) إِنِّي فَرَطُكُمْ وَأَنَا شَهِيْدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ وَإِنِّيْ قَدْ أُعْطِيْتُ مَفَاتِيْحَ خَزَائِنِ الْأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيْحَ الْأَرْضِ وَإِنِّيْ وَاللهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوْا بَعْدِيْ وَلٰكِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنَافَسُوْا فِيْهَا " Aku lebih dahulu wafat daripada kalian, dan saya menjadi saksi atas kalian, dan Demi Allah, saya sungguh telah melihat telagaku sekarang, dan saya diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi. Demi Allah, saya tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang justru saya khawatirkan atas kalian yaitu kalian bersaing terhadap kekayaan-kekayaan bumi. " (HR. Bukh...

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan

Image
Ibadah puasa merupakan ibadah yang spesial, alasannya ialah puasa merupakan ibadah langsung atau personal yang tidak terlihat oleh orang lain, sehingga tidak banyak berpotensi mengakibatkan riya’ dalam beribadah. Puasa ialah ibadah belakang layar antara Allah dan hamba-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. : الصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ “ Puasa diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batasan jumlah pahala). ” (HR. Tirmidzi) Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui rahasia-rahasia yang terkandung dalam ibadah puasa. Di antara ilmuwan-ilmuwan yang melaksanakan penelitian wacana puasa ialah sebagai berikut : Beberapa ilmuwan telah memberikan komentarnya wacana ibadah puasa. Allan Cott, dalam bukunya Fasting as a Way of Life , menyampaikan bahwa puasa sanggup menunjukkan istirahat fisiologis bagi sistem pencernaan dan sistem saraf sentra serta menormalisasi metabolisme tubuh. Mc Fadon, spesialis kesehatan Amerika, menyampaika...

Pahala Puasa Ramadhan

Image
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah kemudian akan diampuni. " (HR. Ibnu Majah) مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " Barangsiapa berpuasa dan shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah kemudian akan diampuni. " (HR. Ibnu Majah) شَهْرٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ “ (Ramadhan) ialah bulan yang Allah mewajibkan kepada kalian untuk  berpuasa, dan saya sunnahkan shalat (tarawih) di malam harinya. Barangsiapa berpuasa di siang harinya dan berdiri (shalat tarawih) di malam harinya alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya akan keluar ibarat p...

Cara Menetapkan Awal Dan Simpulan Ramadhan

Image
Ada tiga alternatif metode untuk menetapkan awal dan simpulan bulan Ramadhan : 1.) Hisab (penghitungan kalender hijriyah) 2.) Ru’yah (melihat hilal atau bulan pada simpulan bulan Sya’ban) 3.) Istikmal (menyempurnakan jumlah hari pada satu bulan hingga 30 hari) Di Indonesia, perbedaan awal dan simpulan Ramadhan biasanya diakibatkan pada ketidaksamaan hasil yang diperoleh melalui metode-metode di atas terutama metode ru’yah dan hisab . Mayoritas ulama atau jumhur ulama beropini bahwa penetapan awal dan simpulan Ramadhan hanya boleh dengan memakai metode ru’yah. Jika metode ru’yah tidak sanggup dilaksanakan alasannya ialah terhalang mendung atau hujan, maka digunakanlah metode istikmal. Jadi, dalam konteks ini, metode istikmal bukanlah metode tersendiri tetapi metode lanjutan saat metode ru’yah tidak efektif. Proses ini dikuatkan oleh hadits Rasulullah saw. : صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِيْ...

Suara Bacaan Al-Qur’An Yang Diharamkan

Image
Pertanyaan : v   Apakah kita wajib menyimak bacaan Al-Qur’an yang diputar lewat kaset atau radio? v   Bagaimana jikalau seseorang yang stay on seharian menyalakan murottal qur’an via radio atau hp namun tidak menyimaknya tapi mendengarnya sambil kemudian saja? v   Benarkah membaca Al-Qur’an itu sanggup haram jikalau bacaan kita mengganggu orang lain, semisal orang yang sedang tidur? Jawaban : Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama wacana mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Sebagian ulama menghukumi wajib, sebagian yang lain menghukumi sunnah. Perbedaan itu dalam hal bacaan Al-Qur’an  yang berada diluar shalat. Bacaan Al-Qur’an  yang kita dengar ketika ini ada yang berasal dari orang pribadi dan ada yang berasal dari rekaman menyerupai kaset, CD, hp dan lain-lain. Mendengarkan Al-Qur’an  melalui kaset, radio atau rekaman yang lain, pernah menjadi tema pembahasan pada Muktamar NU ke-2...