Posts

Showing posts with the label ramadhan

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan

Image
Ibadah puasa merupakan ibadah yang spesial, alasannya ialah puasa merupakan ibadah langsung atau personal yang tidak terlihat oleh orang lain, sehingga tidak banyak berpotensi mengakibatkan riya’ dalam beribadah. Puasa ialah ibadah belakang layar antara Allah dan hamba-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. : الصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ “ Puasa diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batasan jumlah pahala). ” (HR. Tirmidzi) Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui rahasia-rahasia yang terkandung dalam ibadah puasa. Di antara ilmuwan-ilmuwan yang melaksanakan penelitian wacana puasa ialah sebagai berikut : Beberapa ilmuwan telah memberikan komentarnya wacana ibadah puasa. Allan Cott, dalam bukunya Fasting as a Way of Life , menyampaikan bahwa puasa sanggup menunjukkan istirahat fisiologis bagi sistem pencernaan dan sistem saraf sentra serta menormalisasi metabolisme tubuh. Mc Fadon, spesialis kesehatan Amerika, menyampaika...

Pahala Puasa Ramadhan

Image
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah kemudian akan diampuni. " (HR. Ibnu Majah) مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " Barangsiapa berpuasa dan shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah kemudian akan diampuni. " (HR. Ibnu Majah) شَهْرٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ “ (Ramadhan) ialah bulan yang Allah mewajibkan kepada kalian untuk  berpuasa, dan saya sunnahkan shalat (tarawih) di malam harinya. Barangsiapa berpuasa di siang harinya dan berdiri (shalat tarawih) di malam harinya alasannya dogma dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya akan keluar ibarat p...

Cara Menetapkan Awal Dan Simpulan Ramadhan

Image
Ada tiga alternatif metode untuk menetapkan awal dan simpulan bulan Ramadhan : 1.) Hisab (penghitungan kalender hijriyah) 2.) Ru’yah (melihat hilal atau bulan pada simpulan bulan Sya’ban) 3.) Istikmal (menyempurnakan jumlah hari pada satu bulan hingga 30 hari) Di Indonesia, perbedaan awal dan simpulan Ramadhan biasanya diakibatkan pada ketidaksamaan hasil yang diperoleh melalui metode-metode di atas terutama metode ru’yah dan hisab . Mayoritas ulama atau jumhur ulama beropini bahwa penetapan awal dan simpulan Ramadhan hanya boleh dengan memakai metode ru’yah. Jika metode ru’yah tidak sanggup dilaksanakan alasannya ialah terhalang mendung atau hujan, maka digunakanlah metode istikmal. Jadi, dalam konteks ini, metode istikmal bukanlah metode tersendiri tetapi metode lanjutan saat metode ru’yah tidak efektif. Proses ini dikuatkan oleh hadits Rasulullah saw. : صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِيْ...

Cara Niat Puasa

Image
Sebelum membahas mengenai niat puasa, terlebih dahulu aku akan menjelaskan perihal arti puasa. Menurut bahasa, puasa ialah menahan. Sedang berdasarkan istilah, puasa ialah menahan dari kasus yang membatalkan puasa (makan, minum dan lain-lain) dari mulai waktu imsak (kira-kira 10 menit sebelum azan Subuh) hingga tenggelamnya matahari (kira-kira azan Maghrib). Fardhu Puasa : 1.) Niat 2.) Meninggalkan kasus yang membatalkan puasa Niat puasa bertempat di dalam hati dan untuk menuntun hati, biasanya diucapkan terlebih dahulu dengan lisan. Menurut Imam Syafi’i, niat puasa Ramadhan diucapkan pada waktu malam hari, yaitu dari mulai tenggelamnya matahari (azan Maghrib) hingga terbitnya matahari. Agar tidak lupa mengucapkan niat, biasanya sehabis shalat tarawih ada pengucapan niat secara berjama’ah. Namun, kalau tidak sempat mengikuti jama’ah tarawih alasannya ialah ada uzur syar’i, maka diperlukan untuk tetap makan sahur. Sebab, berdasarkan sebagian ulama boleh-boleh saja kalau seseorang sud...

Kumpulan Hadits Pesan Yang Tersirat Berpuasa

Image
لِكُلِّ شَيْءٍ زَكَاةٌ وَزَكَاةُ الْجَسَدِ الصَّوْمُ " Setiap sesuatu itu ada zakatnya, dan zakatnya badan yakni berpuasa. " (HR. Ibnu Majah) الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ " Puasa yakni setengah dari kesabaran. " (HR. Ibnu Majah) صُوْمُوْا تَصِحُّوْا “ Berpuasalah kalian, pasti kalian akan sehat. ” (HR. Thabrani) صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ وَيُذْهِبُ مَغَلَةَ الصَّدْرِ " Puasa pada bulan kesabaran (Ramadhan) dan (puasa) tiga hari pada setiap bulan setara dengan puasa setahun dan sanggup menghilangkan kesempitan dalam dada. " (HR. Ahmad) صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ " Puasa pada bulan kesabaran (Ramadhan) dan (puasa) tiga hari pada   setiap bulan sanggup menghilangkan kedengkian hati. " (HR. Ahmad) Wallahu A’lam Oleh : Saifurroyya Sumber : Lidwa Pustaka

Ceramah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Image
وَعَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , قَالَ : خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : يَآ أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّهُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ مُبَارَكٌ ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، فَرَضَ اللهُ صِيَامَهُ ، وَجَعَلَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، فَمَنْ تَطَوَّعَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً ، فَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ فِيْهِ ، مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقَ رَقَبَةٍ ، وَمَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ الله ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ! قَالَ : يُعْطِي الله ه ٰ ذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَآءٍ ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ . وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوْ...

Marhaban Ya Ramadhan…

Image
Tak terasa, kurang dari seminggu lagi kita akan memasuki bulan pahala yang penuh pahala. Di bulan Ramadhan kali ini mungkin ada yang berbeda. Karena, Ramadhan tahun ini rakyat Indonesia akan menentukan pemimpin untuk 5 tahun ke depan. Saya teringat wacana sejarah kemerdekaan Indonesia yang juga jatuh pada bulan Ramadhan. Maka, sudah seharusnya kita bersyukur sebagai rakyat Indonesia yang diberikan kemerdekaan oleh Allah pada bulan pahala dan akan menentukan pemimpin juga pada bulan pahala serta masih diberikan kesempatan oleh Allah sanggup berjumpa kembali dengan bulan yang mulia. Bulan Ramadhan ialah bulan yang lebih mulia daripada bulan-bulan lainnya. Karena di dalamnya terjadi 2 kejadian besar yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadits. Peristiwa pertama , Al-Qur’an turun pertama kali ke bumi, yakni pada malam 17 Ramadhan sebagaimana pendapat masyhur para ulama. Peristiwa kedua , terjadinya malam “lailatul qadar”, yakni malam yang lebih mulia daripada seribu bulan. Dalam b...