Posts

Showing posts with the label kisah hikmah ulama

Dialog Imam Ghazali Dengan Para Santri

Image
Sebuah cerita antara Hujjatul Islam Imam al-Ghazali bersama santri-santrinya, saat itu mereka sedang bermujalasah (berkumpul bersama). Dalam perkumpulan mereka itu, Imam al-Ghazali melontarkan beberapa teka teki kepada muridnya. Pertanyaan Pertama Imam Ghazali : “ Apakah yang paling bersahabat dengan diri kita di dunia ini? ” Santri 1 : “ Orangtua. ” Santri 2 : “ Guru. ” Santri 3 : “ Teman. ” Santri 4 : “ Kerabat. ” Imam Ghazali : “ Semua balasan itu benar. Tapi yang paling bersahabat dengan kita ialah ‘mati’. Sebab, itu kesepakatan Allah bahwa setiap yang bernyawa niscaya akan mati (Surah Ali Imran : 185) ”. Pertanyaan Kedua Imam Ghazali : “ Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini? ” Santri 1 : “ Negeri Cina. ” Santri 2 : “ Bulan. ” Santri 3 : “ Matahari. ” Santri 4 : “ Bintang-bintang. ” Iman Ghazali : “...

Kisah Keutamaan Istighfar

Image
Dulu, ada seorang ulama besar dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang berjulukan Syech Kholil. Beliau dikenal sebagai Waliyullah lantaran banyak karomah yang ia miliki. Beliau juga guru dari ulama-ulama besar Nusantara, diantaranya KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH. As’ad Syamsul Arifin (Pendiri Ponpes Sidogiri), KH. Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo) dan masih banyak lagi. Suatu hari, ada empat orang yang berasal dari kawasan yang berbeda akan sowan (silaturahim) kepada Syech Kholil. Satu orang dari Jawa Barat, satu lagi dari Jawa Tengah dan sisanya dari Jawa Timur. Mereka memiliki maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Karena kemasyhuran dan kedalaman ilmu yang dimiliki Syech Kholil itulah mereka rela jauh-jauh dari kawasan asal mereka untuk sekedar sowan dan minta pesan tersirat dari beliau. Setelah diterima oleh Syech Kholil di ruang tamu, mereka pun ditanya oleh beliau. Apakah kalian berempat berangkat dari rumah masing-ma...

Kisah Penyembah Api Masuk Surga

Image
Pesan tak biasa dari Rasulullah saw. diterima Abdullah bin al-Mubarak dalam sebuah kesempatan ibadah haji. Abdullah yang kala itu tertidur singkat di Hijir Ismail bermimpi berjumpa Nabi saw. dan dia memperoleh amanat yang membuatnya sedikit bingung. Dalam mimpi itu Nabi saw. berujar, ”Saat pulang ke Baghdad nanti, pergilah ke sebuah kampung, carilah orang Majusi (penyembah api) berjulukan Bahram. Kirimkan salamku untuknya dan sampaikan bahwa Allah ridla terhadap dirinya.” Seperti dikisahkan dalam kitab  al-Aqthaf ad-Daniyyah , Abdullah tak membenarkan mimpi itu begitu saja. ” La haula wa la quwwata illa billahil ’aliyyil ’adlim . Ah, ini mimpi dari setan. Mana mungkin Bahram sanggup kiriman salam dari Nabi saw.” Abdullah pun bangun, wudhu, shalat, kemudian thawaf. Tak disangka, mimpi serupa tiba lagi pada kesempatan lain. Peristiwa ini berulang hingga tiga kali. Akhirnya ulama generasi tabi’in ini bertekad akan menunaikan amanat Rasulullah sepulang ibadah...